Penguatan Kajian Turots Ulama
Latar Belakang Pondok Pesantren An-Najiyah 2 Bahrul Ulum Tambakberas Jombang
Pondok Pesantren An-Najiyah 2 Bahrul Ulum Tambakberas Jombang merupakan salah satu unit (ribath) dari Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, sebuah pesantren besar yang telah berdiri sejak abad ke-19 dan dikenal sebagai “lautan ilmu” dalam tradisi keilmuan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.
Sebagai bagian dari sistem pesantren Bahrul Ulum yang memiliki puluhan unit asrama, An-Najiyah 2 hadir sebagai lembaga pendidikan yang mengemban misi melanjutkan tradisi keilmuan salaf sekaligus merespons kebutuhan pendidikan kontemporer.
Dalam konteks perkembangan zaman, pesantren tidak lagi cukup hanya mengandalkan metode pengajaran klasik secara normatif. Tantangan globalisasi, perubahan sosial, serta kebutuhan umat menuntut adanya integrasi antara penguatan turats (kitab kuning) dan metode pembelajaran yang sistematis serta aplikatif. Oleh karena itu, Pondok Pesantren An-Najiyah 2 Bahrul Ulum mengembangkan sistem pendidikan yang memadukan tiga pilar utama: penguasaan dasar membaca kitab, penguatan bahasa Arab, dan pendalaman kitab klasik.
Pertama, dalam aspek literasi kitab, pesantren mengadopsi metode pembelajaran membaca kitab berbasis sistem seperti program Al-Miftah yang dikembangkan di Pondok Pesantren Sidogiri. Program ini menekankan percepatan kemampuan membaca kitab kuning melalui pendekatan yang terstruktur, praktis, dan mudah dipahami oleh santri pemula. Kehadiran metode ini menjadi jawaban atas problem klasik santri dalam mengakses turats secara langsung.
Kedua, dalam aspek bahasa, pesantren mengembangkan Program Intensif Bahasa Arab yang terinspirasi dari sistem pembelajaran di Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (Dalwa). Program ini bertujuan membentuk lingkungan berbahasa (bi’ah lughawiyyah) yang aktif, sehingga bahasa Arab tidak hanya dipelajari sebagai ilmu, tetapi juga sebagai alat komunikasi sehari-hari dan kunci memahami literatur klasik maupun kontemporer.
Ketiga, dalam aspek pendalaman keilmuan, pesantren tetap menjaga tradisi utama pesantren salaf melalui pengkajian kitab kuning secara mendalam sebagaimana tradisi yang berkembang di Pondok Pesantren Lirboyo. Pendekatan ini menekankan penguasaan disiplin ilmu seperti nahwu, sharaf, fiqh, ushul fiqh, dan tasawuf secara bertahap dan berjenjang, dengan bimbingan langsung para kiai dan ustadz.
Dengan memadukan ketiga pendekatan tersebut, Pondok Pesantren An-Najiyah 2 Bahrul Ulum Tambakberas Jombang berupaya mencetak santri yang tidak hanya mampu membaca kitab, tetapi juga memahami, menganalisis, dan mengembangkan pemikiran Islam secara kontekstual. Hal ini menjadi penting agar tradisi keilmuan pesantren tidak berhenti pada aspek normatif, tetapi mampu menjawab tantangan zaman serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan agama.